Senin, 25 Maret 2013

Jarak Luncuran Gas di Kawah Timbang Semakin Meluas


BANJARNEGARA (KRjogja.com) - Jarak luncuran uap disertai gas beracun kawah Timbang di Dusun Simbar Desa Sumberejo di pegunungan Dieng Banjarnegara, semakin jauh. Demi keselamatan, pengukuran oleh petugas Pos Pengamatan Gunungapi G Dieng juga semakin jauh dari kawah tersebut. 

Sejak Minggu (17/03/2013) siang, pengukuran dilakukan gas dilakukan
pada radius 500 meter dari kawah.  Semula, sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) menetapkan status kawah Timbang G Dieng waspada level II Senin pekan lalu, pengukuran dilakukan pada radius 50 meter.

Kepala Pos Pengamatan Gunuangpi G Dieng, Tunut Pudjiarjo, Minggu petang mengatakan, konsentrasi gas beracun CO2 masih tetap tinggi. Pengukuran terakhir pukul 16.00 pada jarak 500 meter dari kawah mencapai 0,7 persen volum. Sedang gas belerang (H2S) terus meningkat. "Gas belerang mencapai 11 ppm. Ini sudah berbahaya bagi manusia karena melebihi ambang batas normal," katanya.

Menurut Tunut, kepala PVMBG Dr Surono telah menginstruksikan ahar pihaknya siaga 24 jam di Posko Dusun Simbar (sekitar 1 kilometer dari kawah Timbang). "Jarak luncuran uap dan makin tingginya gas belerang, menjadi perhatian serius," ujarnya pula.  

Sejumlah warga dusun Simbar Desa Sumberejo mengatakan,  sejak dua hari terakhir bau belerang sangat menyengat dan terkadang membuat sesak nafas. "Meskipun kadang cuma sebentar, namun membuat tidak nyaman," kata Anto, salah satu warga. 

Kepala pelaksana harian BPBD Banjarnegara, Tursiman, mengatakan, pos-pos pengungsian bagi warga sudah disiapkan di beberapa titik,  yaitu aula kantor Desa Sumberejo, Batur dan Pesurenan. Kebutuhan logistik juga sudah disiagakan. (Mad)

Tidak ada komentar: